Tuesday, September 28, 2004

TEACHER'S PET

Begitu masuk dalam jaring kehidupan yang normatif, manusia pada dasarnya melakukan penyesuaian-penyesuaian intelektual. Bila seorang Robinson Crusoe tak pernah dikunjungi orang, lalu datang seorang putri padanya, mereka bercinta sepanjang malam hingga suatu ketika beranak-pinak maka pilihan ada di tangan pak Robin. Pilihan ada dua, pertama membuatkan kapal agar kelak anaknya berlayar mencari keluasan dirinya sendiri atau kedua,tetap bersamanya sampai renta di pulau nan penuh life support.

Sebuah jaringan intelektual selalu mengandaikan sekolah sebagai basis diseminasi ilmu pengetahuan. Jadi, lepas apakah seseorang kemudian menjadi percaya atau tidak percaya pada institusi pendidikan, ia tidak pernah bisa memungkiri bahwa sekolah adalah tempat pembebasan yang resmi atau dilegalkan. Sekarang tergantung sebanyak apa seseorang itu membebaskan dirinya dan semua potensi intelektualnya di sekolah.

Sekolah yang kita kenal adalah sebuah gedung kualitas SD inpres yang memprihatinkan lengkap dengan pak guru berkaca mata berwajah garang, absen harian, PR, hukuman, uang sekolah dan seterusnya sebagai cara memandang sekolah dari satu lensa kacamata seorang wali murid seperti Robinson Crusoe. (tentu dengan mengandaikan ia mengambil pilihan pertama)

Bila kemudia muncul banyak ketidakpuasan pada lembaga ini, tentu pertanyaanya bukan hanya pada satu hidung, mari kita tunjuk hidung kita masing-masing untuk menjawab ketidakpuasan kita pada sekolah.

Mari bermimpi di tempat tidur masing-masing dan bangun dengan terkesiap bahwa hari belum seburuk mimpi semalam. Tentu saja, tetap di tempat tidur masing-masing.


r a m o k teacher killer

1 comment:

arif said...

wah ini pasti jeritan dari hati yang terdalam yah....
tapi setuju banget tuh mas..., apalagi melihat banyak karya "tanggung" yang ada di institusi-institusi pendidikkan (terutama di kita :p ) padahal belom ada larangan dan kekangan dari banyak pihak. Lucunya bahkan larangan dan kekangan itu dibuat sendiri oleh mahasiswanya huahauuahuahuhauauhuaha...... contoh aja.., kalo disuruh riset terlalu detail aja akan dijawab "itu bukan tugas designer... itu tugas bagian marketing" hehehe lucu bangat deh aw.... mau ngadain nonton bareng aja repot nyari in focus... padahal nonton di player dan Tv aja kan cukup... Intinye Kebanyakkan Alasan dah...., terus mau jadi apa nantinya kalo ditempat kerja? jangan jangan ngak berkreasi apapun karena larangan dan halangannya bukan cuman dibuat sendiri, tapi dari sekitarnya juga... yah udah kalo kayak gitu mah biar resiko masing masing individu aja... Mendingan dijulukin cari muka dan opportunis deh... dari pada mau berkembang aja diteken dari temen-temen sendiri "mahasiswa lagi".